Ku ingat di bulan itu kita selalu bersama, di saat sahur kau selalu mengingatkan aku saat saat sahur, di saat buka kita pun selalu bersama menikmati makanan yang kita sukai,
Hampir di bulan itu ada berkah dan hikmah yang kita bisa petik, mulai dari keseriusan kita, kebersamaan kita sampai suka dukanya kita untuk berkomitmen.
Di bulan itu pun kita pernah ngerasain fase yang mungkin berat buat kita…………….
Kita menahan hawa nafsu kita, menahan sikap kita saat puasa, sampai pada akhirnya kita pernah mengakhiri hubungan kita hanya dengan masalah sepele………
Sungguh eronis memang,
Di saat kita puasa ada kalanya kita menangis, Ya!! Dulu kita emang sayang banget,
Masalah selalu datang silir berganti serasa kita di uji allah tentang keseriusan kita.
Yang pada akhirnya kita putus! sampai dengan hari kemenangan itu tiba, Ya!! IDHUL FITRI………..
Idhul fitri kita putus sampai aku dengar kabar dia mau di jodohin dengan pilihan orang tua dia,
Sakit memang di saat kita saling menyayangi kita di pisahkan bukan dengan kehendak kita,
Hatiku hancur, dan aku langsung datang kerumah dia hanya untuk mengkonfirmasi kebenaran kabar itu skaligus halal bi halal dengan keluarga dia,
Ya!! Serasa allah punya sekenario sama aku untuk tidak mempertemukan aku sama dia, Di rumah aku gak ketemu sama dia, hanya ibunya yang bilang kalau dia gak di rumah,
Saat itu aku bertanya-tanya “ aku sayang banget ma dia, kenapa engkau pisahkan dengan cara seperti ini ya allah “ aku gak bisa apa-apa saat itu,
Sampai saat itu kita ketemu di semarang, Ya! Dia emang masih ngelanjutin kuliahnya di salah satu PTN di semarang sedangkan aku menjalanin kontrak di sebuah Hotel di semarang,
Kita memasuki fase pembicaraan yang sulit, dia nangis di pundak dan ngungkapin semuanya di depan aku, aku gak tega dan aku gak terima saat itu, kenapa kita di pisahin dengan cara ini!!
Kuatkanlah aku ya ALLAH……..
Tegarkan aku ya ALLAH………..